PLTB Sidrap Akan Menjadi PLTB Pertama dan Terbesar di Indonesia

PLTB sidrap
Illustrasi, pembangkit listrik tenaga angin [Shutterstock]

NEWSWANTARA –¬†Ketahanan ketenagalistrikan di wilayah Provinsi Sulawesi Selatan akan menjadi semakin kuat dengan masuknya 75 MW dari Pembangkit Listrik Tenaga Bayu/Angin (PLTB) di Desa Mattirotasi dan Lainungan, Kecamatan Watangpulu, Kabupaten Sidrap.

PLTB Sidrap yang memiliki kapasitas 75 MW akan menjadi PLTB pertama dan terbesar di Indonesia. Dengan selesainya PLTB Sidrap ini nantinya akan menempatkan Indonesia dalam jajaran negara yang memiliki PLTB berukuran komersial seperti yang telah dimiliki Jepang, Filipina, China, India dan Korea.

Mengingat besarnya potensi energi angin di Sidrap, Pemerintah Pusat bersama Pemerintah Daerah pun mendukung penuh pembangunan PLTB Sidrap fase I dan rencana fase II. Dalam upaya pembangunan PLTB Sidrab fase II, Pemerintah terus mendorong pemanfaatan energi primer di masing-masing daerah mana yang paling efisien atau yang paling efektif.

Baca Juga : Sumatera Selatan Menjadi Provinsi Pertama Yang Memiliki PLTB

Kabupaten Sidrap tidak hanya terkenal sebagai lumbung beras dan sapi. Tapi Sidrap akan menjadi kabupaten dengan predikat sebagai kabupaten lumbung energi. Keberadaan PLTB Sidrap ini, memberikan bukti baru bahwa Sidrap adalah lumbung energi.

PLTB Untuk Harga Listrik Yang Lebih Terjangkau

Dalam hal mengoptimalkan pengembangan listrik berbasis Energi Baru Terbarukan (EBT), berdasarkan Peraturan Menteri ESDM Nomor 50/2017 saat ini Pemerintah menerapkan harga listrik EBT yang telah disesuaikan dengan potensi kondisi lokasi pembangkit dan bagaimana EBT bisa membantu memasok energi untuk suatu wilayah sehingga harga yang ditetapkan maksimum 85 persen dari Biaya Pokok Penyediaan (BPP) setempat.

Sekedar informasi, untuk membangkitkan listrik tenaga air, panas bumi, dan sampah pemerintah akan mengakomodir sampai setinggi BPP wilayah tersebut. Kalau misalnya BPP wilayah dibawah BPP nasional maka boleh dinegosiasikan, namun yang di luar itu termasuk angin, surya dan biomasa pemerintah mengharapkan maksimum 85% dari BPP Wilayah.

Untuk membangun pembangkit listrik EBT yang harus menjadi perhatian adalah besaran tarif listrik yang terjangkau oleh masyarakat, selama tarifnya cocok maka pemerintah akan terus jalan. Intinya pemerintah sangat mendorong supaya Indonesia untuk bisa mencapai bauran energi 23% di kelistrikan dan di transportasi sampai 2025.

Selain Kabupaten Sidrab di Provinsi Sulawesi Selatan, Pemerintah berencana akan membangun PLTB di wilayah-wilayah Indonesia lainnya yang memiliki potensi energi angin yang ekonomis untuk dikembangkan seperti, Sukabumi (10 MW dan 170 MW), Garut (150 MW), Pandeglang (150 MW), Belitung Timur ( 10 MW), Tanah Laut ( 90 MW), Janeponto (60 MW dan 50 MW), Selayar ( 5 MW), Buton ( 15 MW), Kupang ( 20 MW), Timor Tengah Selatan (2X10 MW), Lombok (15 MW), Pulau Kei Kecil ( 5 MW) dan Saumlaki ( 5 MW).


Sumber : Jitunews

Berikan Komentar Anda

avatar
wpDiscuz