Penggunaan Energi Terbarukan di Indonesia Mengalami Pertumbuhan 7,1 Persen

Energi terbarukan
Energi terbarukan [Getty Image]

NEWSWANTARA – Penggunaan energi baru terbarukan (EBT) di Indonesa naik 7,1 persen jika dibandingkan dengan total bauran energi 10 tahun terakhir yang hanya 4,7 persen. Data yang dirilis British Proteleum (BP) tersebut juga memaparkan bahwa perkembangan energi berbasis energi terbarukan di Indonesia pada 2016 menjadi sebuah prestasi tersendiri bagi Indonesia dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya.

Salah satu faktor penyumbang meningkatnya posisi EBT tersebut berasal dari tumbuhnya pemanfaatan energi air (hydro) sebesar 4,8 persen pada 2016. Sedangkan Intensitas energi atau jumlah energi yang dibutuhkan per unit PDB meningkat sebesar 0,8 persen pada tahun 2016, dibandingkan dengan penurunan tahunan rata-rata 2,6 persen selama 10 tahun terakhir. Ini merupakan salah satu langkah baik bagi Indonesia

Baca Juga: Menakar Peluang Indonesia Pada Komitmen Pengembangan Mobil Listrik

Meski penggunaan EBT di Indonesia naik, disisi lain British Proteleum masih memberi catatan. Catatan ini salah satunya adalah Indonesia secara bertahap harus bisa melepaskan ketergantungannya pada sumber energi primer yang menggunakan minyak dan gas. Sebab, pada 2016 lalu, Indonesia menyumbang CO2 yang cukup tinggi.

Emisi CO2 yang dihasilkan Indonesia dari penggunaan energi meningkat 7,6 persen pada 2016. Hal ini tentunya jauh dari komitmen Indonesia untuk bisa menurunkan tingkat emisi karbon sebesar 29 persen pada kesepakatan paris tahun lalu. Masifnya penggunaan energi primer di Indonesia menyebabkan emisi karbon di Tanah Air masih cukup tinggi.

Angka ini meningkat lebih dari dua kali lipat dari rata-rata 10 tahun sebesar 3,7 persen. Pemerintah Indonesia perlu melakukan evaluasi terhadap hal ini. Upaya untuk bisa menurunkan emisi karbon ini bisa melalui berbagai sektor, antara lain sektor kehutanan, pertanian, energi, transportasi, dan industri.

Berikan Komentar Anda

avatar
wpDiscuz