Indonesia Terus Berpacu Mengembangkan Energi Terbarukan

tidal energy
Salah satu turbin yang digunakan dalam aplikasi tidal energy [Ilustrasi]

NEWSWANTARA – Penggunaan energi terbarukan di Indonesia masih sekitar 6,8 persen. Potensi Indonesia untuk mengembangkan energi terbarukan masih sangat besar. Tenaga matahari (surya), angin, biomassa, gelombang laut, energi air (hidro) dan panas bumi (geothermal), termasuk yang berbahan dasar limbah (pembangkit listrik berbasis limbah/ sampah) begitu melimpah.

Indonesia merupakan negara yang memiliki banyak gugusan pegunungan yang dapat mengaliri mata air sebagai sumber air sungai, sehingga sangat cocok dan berpotensi untuk mengembangkan energi terbarukan mikrohidro. Jenis sumber energi terbarukan (renewable energy) yang dimiliki Indonesia cukup banyak.

Pemerintah terus mendorong pengembangan energi terbarukan yang mengacu pada Blueprint Pengelolaan Energi Nasional 2010-2025 melalui Undang-undang Nomor 30 Tahun 2007 dan Kebijakan Energi Nasional (KEN) dalam Peraturan Pemerintah No. 79 tahun 2014, yang menargetkan persentase pemanfaatan energi terbarukan dalam bauran energi nasional minimal sebesar 23% pada 2025.

Baca juga 

Target pembangunan listrik 35.000 MW bukan sesuatu yang mengada-ada dari rencana pemerintah memenuhi kebutuhan energi listrik. Kebijakan pembangunan infrastruktur Jokowi yang berdampak pada pertumbuhan ekonomi otomatis berpengaruh terhadap peningkatan kebutuhan listrik nasional.

Konsumsi energi yang tinggi ini menimbulkan terjadinya pengurasan sumber daya fosil yang lebih cepat jika dibandingkan dengan penemuan cadangan baru. Jika energi terbarukan tidak segera dikembangkan dengan optimal, maka peningkatan konsumsi tersebut akan dapat memperpendek umur ketersediaan energi di Indonesia.

Potensi peningkatan energi terbarukan dan efisiensi energi di Indonesia masih cukup besar serta potensi pasar energi nasional, regional dan internasional masih terbuka. Pengembangan energi terbarukan bisa dilakukan dari pengoptimalan sumber energi yang dimiliki oleh Indonesia saat ini.

Beberapa sumber energi terbarukan yang bisa dioptimalkan terdiri dari biofuel, biomassa, panas bumi, air, angin, matahari, gelombang laut, dan pasang surut. Energi pasang surut air laut misalnya, energi terbarukan yang bersumber dari proses pasang surut air laut atau tidal energy.

Layaknya energi gelombang laut, Indonesia memiliki potensi yang tinggi dalam pemanfaatan energi pasang surut air laut. Energi diperoleh dari pemanfaatan variasi permukaan laut terutama disebabkan oleh efek gravitasi bulan, dikombinasikan dengan rotasi bumi dengan menangkap energi yang terkandung dalam perpindahan massa air akibat pasang surut.

Pengembangan renewable energy & energy efficiency Indonesia diharapkan dapat menjadi sarana untuk mengoptimalkan pengembangan energi terbarukan di dunia internasional. Kesadaran akan penggunaan energi terbarukan menjadi pilihan bagi Indonesia untuk mensegerakan pengoptimalan sumber energi terbarukan yang dimiliki saat ini. (©nws)

Berikan Komentar Anda

avatar
wpDiscuz