Aceh Masih Mempunyai Cadangan Minyak. [ANTARA/Wahyu Putro A]

NEWSWANTARA – Tepatnya tanggal 26 Desember 2004, bencana besar melanda seisi Kota Banda Aceh. Pagi yang tidak akan pernah terlupakan oleh masyarakat Aceh. Pagi yang berubah menjadi suatu kepanikan yang sangat membekas dalam ingatan masyarakat Aceh.

Kejadian yang tidak diduga-duga menjadi cobaan bagi masyarakat Aceh selain Gerakan Aceh Merdeka (GAM). Bukan tanpa alasan adanya organisasi semacam GAM di Aceh, mengingat potensi yang dimilki Aceh begitu sangat menjanjikan untuk masa mendatang, potensi minyak salah satunya.

Aceh masih mempunyai cadangan minyak yang diprediksi merupakan cadangan minyak terbesar di dunia. Potensi yang nantinya akan membuat iri bangsa lain dimasa mendatang. Badan pengkaji dan penerapan Teknologi (BPPT) yang melakukan survei geologi dan geofisika kelautan menemukan cadangan migas yang besar pada perairan timur laut Pulau Simeulue, Aceh.

Baca Juga:

Aceh masih mempunyai cadangan minyak yang diperkirakan menjadi cadangan terbesar di dunia yakni mencapai 320,79 miliar barel. Dari pengkajian yang dilakukan BPPT, diperkirakan 1 meter kubik cadangan sebesar 6,29 barel. Volume total minimum adalah 107,5 miliar barel dan volume maksimum 320,79 miliar barel.

Hasil temuan BPPT ini telah direspon oleh Pemerintah Aceh dan akan menindaklanjuti temuan cadangan minyak tersebut. Angka yang masih dalam prediksi tersebut cukup membuat optimis bagi ketersediaan cadangan migas guna menambah ketahanan energi nasional

Pemerintah akan menggarap potensi cadangan Minyak dan Gas Bumi (Migas) yang tersedia di wilayah Kabupaten Simeulue, Provinsi Aceh karena pernah ditemukan dalam satu survei geologi di lepas pantai barat Aceh.

Ditegaskan juga untuk kewenangan Pemerintah Aceh untuk kedepannya akan mengelola Migas sendiri setelah ditetapkannya Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 23 Tahun 2015 melalui pembentukan Badan Pengelolah Migas Aceh (BPMA) yang merupakan turunan Undang-Undang Pemerintahan Aceh (UUPA).

Specialist Madya Busnies Management Dirjen SKK Migas Kementerian ESDM juga telah menyatakan bahwa, semua perencanaan tersebut telah ada di pemerintah pusat untuk program jangka panjang dan akan menjadi tugas dari Badan Pengelola Migas Aceh (BPMA).

Menindaklanjuti temuan yang potensial ini, keseriusan pemerintah dibutuhkan untuk bisa merespon cepat agar bisa melindungi aset negara. Perhatian khusus dibutuhkan dalam mewujudkan realisasi yang tepat pada daerah Aceh khususnya masyarakat Simeulue untuk sadar membangun SDM berkualitas terlebih dalam mengelolah SDA yang dimiliki saat ini.

Berikan Komentar Anda

avatar