Lakukan Registrasi Kartu Seluler Jika Tidak Ingin Nomor Seluler Diblokir

Registrasi Kartu Seluler
Registrasi Kartu Seluler [Ilustrasi]

NEWSWANTARA – Pemerintah telah mewajibkan bagi para pengguna kartu seluler untuk melakukan registrasi kartu seluler prabayar dan pascabayar dengan validasi Nomor Kartu Tanda Penduduk (KTP) dan Kartu Keluarga (KK) sesuai dengan Peraturam Menteri Kominfo no.14 tahun 2017. Ketetapan ini berlaku umum bagi para pengguna baru maupun kartu pengguna lama.

Kominfo juga telah melakukan sosialisasi secara langsung ke pengguna telepon seluler. Melalui pesan singkat atau Short Messages Service (SMS), Kominfo menyatakan bahwa per 31 Oktober 2017, pelanggan wajib registrasi ulang nomor prabayarnya dengan validasi Nomor Induk Kependudukan (NIK) di KTP dan Nomor KK. Ketetapan ini dilakukan dengan tujuan untuk menjaga kenyamanan dan keamanan masyarakat.

Dalam pesan singkat itu, Kominfo juga memberikan link yang akan membawa pelanggan ke laman operator telepon seluler yang digunakannya. Di sana, operator terkait telah menyediakan informasi terkait prosedur pendaftaran nomor telepon.

Baca Juga : Penghubung Nusantara Dengan Internet Segera Terwujud

Data yang telah didaftarkan akan divalidasi secara otomatis. Begitu Nomor Induk Kependudukan (NIK) dan nomor Kartu Keluarga (KK) didaftarkan lewat SMS, data akan dicocokan dengan data yang ada di Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kementerian Dalam Negeri.

Untuk melakukan registrasi kartu seluler, pelanggan cukup ketik: ULANG#Nomor KTP#Nomor Kartu Keluarga. Kemudian, kirim pesan singkat itu melalui SMS ke 4444. Karena harus disesuaikan dengan data kependudukan, proses validasi ini dapat memakan waktu hingga 24 jam.

Jika ada kendala dalam proses registrasi, Kemenkominfo menghimbau pelanggan untuk menghubungi layanan pelanggan masing-masing operator. Ditjen Dukcapil juga bisa dihubungi terkait masalah informasi data kependudukan.

Ketika data telah sesuai, maka proses registrasi berhasil. Pengguna pun dapat menggunakan kartu seluler mereka. Namun, jika validasi gagal atau tidak dilakukan, maka pelanggan baru tidak bisa mengaktifkan kartu perdana. Sementara bagi pelanggan lama, nomor mereka akan diblokir secara bertahap.

Baca Juga : Indonesia Gunakan Fitur Khusus Untuk Halau Konten Negatif di YouTube

Jika data yang dimasukkan calon pelanggan dan pelanggan lama tidak dapat tervalidasi meskipun telah memasukan data yang sesuai dengan NIK yang tertera di Kartu Keluarga atau KTP elektronik, maka pelanggan wajib mengisi Surat Pernyataan.

Sementara itu bagi Warga Negara Asing (WNA), registrasi kartu seluler dapat dilakukan dengan cara mendatangi gerai operator telekomunikasi yang digunakannya. Beberapa dokumen yang harus disiapkan adalah: kartu identitas diri berupa paspor atau Kartu Izin Tinggal Terbatas (KITAS) atau Kartu Izin Tinggal Tetap (KITAP).

Pemerintah juga membatasi jumlah nomor yang dapat diregistrasi oleh pelanggan, maksimal tiga nomor untuk setiap NIK pada setiap operator telekomunikasi. Jika lebih dari tiga nomor, maka nomor keempat dan seterusnya dapat diregistrasi melalui gerai penyelenggara jasa telekomunikasi.

Berikan Komentar Anda

avatar
wpDiscuz