Pict : eazystock.com

NEWSWANTARA – Seiring dengan perkembangan tren big data yang kian hari kian tampak manfaatnya, penggunaan big data dalam berbagai sektor industri di Indonesia saat ini sudah mulai semakin terlihat.

Sebagai salah satu operator telekomunikasi dengan warna khas merah dengan jumlah pelanggan terbanyak saat ini, yang mencapai 139 juta dengan pangsa pasar 51 persen, pada tahun lalu Telkomsel telah meluncurkan produk layanan big data yang diberi nama MSight.

MSight merupakan sebuah layanan informasi serta analisa data dari perilaku konsumen sehari-hari secara kolektif. Layanan big data Telkomsel ini berguna bagi pemasar untuk mengetahui perilaku konsumen yang berkaitan dengan produknya.

Selain itu, big data juga dipercaya dapat memberikan berbagai manfaat kepada pelanggan korporat seperti dapat menyajikan informasi yang mendekati real-time, sehingga pelanggan korporat dapat mengambil keputusan bisnis yang lebih cepat, mengelola consumer experience dan meningkatkan efisiensi operasional perusahaan.

MSight akan membantu pelanggan korporat untuk mengolah kumpulan data mentah dalam jumlah besar untuk menjadi suatu informasi yang spesifik seperti dalam hal segmentasi dan analisa lokasi, sehingga dapat membantu pengambilan keputusan yang strategis seperti dalam membuat strategi iklan yang lebih akurat, dengan jangkauan yang lebih terarah dan tepat sasaran.

Big data Telkomsel merupakan sebuah fitur yang menggabungkan data secara agregat terhadap seluruh pelanggannya. Agregat diolah menjadi data insight yang kemudian dipaparkan kepada klien. Dalam proses tersebut, Telkomsel menjamin privasi pelanggan dengan tidak membagi data pelanggan ke pihak lain.

Berbagai manfaat ini pun akan membuat perusahaan-perusahaan yang menggunakan big data untuk selalu berada terdepan di dalam persaingan bisnisnya. Dengan demikian, adanya Layanan ini juga akan memperkaya ekosistem digital di Tanah Air dan diharapkan dapat membantu perkembangan Indonesia di berbagai sektor.

Selain itu, dengan adanya sistem analisa data tersebut juga dapat membantu Kementerian Pariwisata dalam memantau dan memperbaharui data wisatawan lokal maupun mancanegara yang berkunjung ke Indonesia.

Sistem analisa pergerakan wisatawan yang dilakukan MSIGHT ditentukan dari kota asal pelanggan (hometown) yang diukur berdasarkan lokasi spesifik di mana pelanggan paling sering melakukan transaksi seluler, lokasi pelanggan setiap bulan, dan pergerakan pelanggan dari kota asal ke lokasi lain pada setiap awal bulan.

Dari data yang diperoleh, selanjutnya dilakukan analisa berdasarkan kalkulasi length of stay (jumlah hari secara berturut-turut pelanggan melakukan transaksi seluler di luar kota asalnya) dan profil pelanggan.

Dengan adanya layanan big data tersebut, kedepannya Kementerian Pariwisata dapat dengan mudah merancang agenda serta kebijakan pariwisata secara lebih cepat dan spesifik, sehingga akan membuat wisatawan lokal maupun mancanegara semakin tertarik untuk datang langsung menikmati keindahan Indonesia.

Pada tahun 2019 diperkirakan pariwisata Indonesia mampu menarik 275 juta wisatawan dalam negeri dan 20 juta wisatawan mancanegara dengan potensi pendapatan secara nasional yang mencapai angka sebesar Rp 240 triliun.


Sumber : Kompas

Berikan Komentar Anda

avatar