Google Arts and Culture Abadikan Koleksi Batik Indonesia di Smartphone

NEWSWANTARA –¬† Google Arts and Culture merupakan sebuah aplikasi yang memuat sejumlah karya seni lebih dari seribu museum di sekitar 70 negara, museum koleksi batik Indonesia juga turut termuat dalam aplikasi tersebut.

Aplikasi tersebut tidak hanya menawarkan gambar statis dan tulisan, melainkan penggunanya juga dapat mencari sejumlah karya seni berdasarkan kata kunci apapun yang dikehendaki, warna, nama seniman, dan juga periodisasi dari sebuah karya seni.

Teknologi tersebut memungkinkan penggunanya untuk melakukan sesuatu yang tidak mungkin dilakukan di dunia nyata. Seperti halnya melihat serangkaian karya seorang seniman dalam sebuah timeline.

Hal tersebut sulit untuk dilakukan di kehidupan nyata karena, seringkali karya seni seorang seniman tersebar di beberapa museum di seluruh dunia, sehingga sulit untuk membandingkan dan menyandingkan karya-karya seni tersebut.

Melalui teknologi tersebut, Google Cultural Institute (GCI) dan Yayasan Batik Indonesia secara resmi telah meluncurkan lebih dari 1000 koleksi batik dan tekstil bersejarah Indonesia melalui aplikasi Google Arts and Culture.

Berkolaborasi dengan tujuh museum dan institusi di Indonesia, GCI berusaha mengapresiasi ragam budaya Indonesia dengan cara yang inovatif. Mulai dari konstruksi Monas sampai detail wayang di Museum Wayang, semua bisa dinikmati hanya melalui sebuah aplikasi smartphone.

Aplikasi Google Arts & Culture juga menawarkan Google Art Camera dengan gambar dengan resolusi tinggi kepada pada penggunanya. Hasilnya, pengguna bisa melihat hingga sangat detail tekstur dan motif dari batik itu sendiri.

Art Camera, kamera berkemampuan gigapixel milik Google
Art Camera, kamera berkemampuan gigapixel milik Google untuk mengabadikan sebuah karya seni

Dengan teknologi Art Camera, koleksi batik Indonesia dengan goresannya yang indah dapat dilihat dengan sangat detail, bahkan bisa di-zoom hingga 200 kali. Seluruh koleksi batik milik Galeri Batik akan di digitalkan.

Selain itu juga tersedia tur virtual 360 derajat, yang memungkinkan pengguna melihat sebuah objek wisata hanya melalui smartphone, Mengelilingi Candi Borobudur pun bisa dilakukan dengan aplikasi ini.

Ini adalah usaha dari Google untuk membuat material budaya dapat diakses oleh siapa saja. Melalui teknologi kamera resolusi gigapixel bernama bernama Art Camera, lebih dari 1.000 koleksi batik dan tekstil kini bisa dinikmati lewat perangkat digital.

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan juga turut mengapresiasi peluncuran aplikasi ini, tidak hanya membantu mengubah cara pengarsipan, namun juga mengubah pendekatan dalan melestarikan budaya. Saat ini aplikasi Google Arts and Culture ini sudah tersedia di Android dan iOS. Bisa diunduh secara bebas dan gratis.


Baca Juga :

Berikan Komentar Anda

avatar
wpDiscuz