Banyuwangi Menerapkan E-retribusi Dalam Memaksimalkan PAD

Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas sedang memilih syuran saat launching e-retribusi. [Istimewa]

NEWSWANTARA – E-retribusi merupakan program yang bertujuan untuk memudahkan pembayaran dan transparansi pendapatan daerah di pos retribusi pasar. Pemkab Banyuwangi meluncurkan sistem pembayaran retribusi pedagang pasar berbasis elektronik (e-retribusi pasar atau disingkar erpas) di Pasar Blambangan.

Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas mengatakan e-retribusi merupakan bagian dari komitmen pemerintah untuk meningkatkan transparansi dalam pendapatan daerah melalui retribusi. Masyarakat dan pedagang akan dimudahkan dalam pembayaran retribusi serta akan mendukung dalam memaksimalkan penyerapan pendapatan daerah.

Masyarakat pedagang juga dimudahkan dalam membayar retribusi. Masyarakat akan lebih percaya ke pemerintah dari uangnya langsung masuk sistem yang sebelumnya di titipkan pada petugas keliling. Sistem ini nantinya akan membantu antara pedagang dengan pemerintah dalam membangun kebiasaan baru dalam penyaluran retribusi.

Tinggal gesek saja,” kata Anas. “Dan ini menumbuhkan saling percaya.. Jadi pedagang tidak khawatir dana yang dibayarkan bocor,” imbuh Anas.

Anas menambahkan bahwa retribusi pasar menyumbang pendapatan daerah sebesar Rp5 miliar pada 2016, dan diharapkan meningkat menjadi Rp5,8 miliar pada 2017. Melalui sistem ini, transaksi bisa dikontrol real time.

Sistem ini dijalankan dengan cara setiap pedagang dibekali kartu ATM. Pedagang tinggal mengisi saldonya, lalu menggesek setiap hari di mesin Electronic Data Capture (EDC) yang telah disiapkan petugas. Program ini juga salah upaya untung mendukung upaya pemerintah mewujudkan cashless society dalam Gerakan Nasional Non Tunai.

Usai melakukan peluncuran, Anas langsung ikut berbelanja beberapa sayuran, seperti cabai rawit, tomat, dan sayur sawi. “Ini sekalian belanja di pasar, mumpung hari libur. Sekaligus melihat kondisi pasar, ayo terus dijaga ya biar bersih dan saluran airnya bisa lancar,” pesan Anas ke para pedagang.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Ketut Kencana mengatakan, Pasar Blambangan merupakan pilot project pelaksanaan e-retribusi pasar.

Sistem ini secara bertahap akan diterapkan di semua pasar milik daerah. saat ini, penggunaan sistem ini baru 209 pedagang. Pedagang seorang pedagang mengakui bahwa sistem pembayaran elektronik ini karena lebih efisien dan membantunya. Para pedagang juga tidak khawatir uangnya bocor karena langsung masuk ke sistem.