Dengan adanya aplikasi E-Tilang, Bayar pajak kendaraan dan denda pelanggaran lalu lintas jadi lebih mudah. [Antara/Umarul Faruq]

NEWSWANTARA – Korps Lalu Lintas Kepolisian Republik Indonesia akan menghubungkan semua variabel lalu lintas, transportasi dan pajak dengan sistem aplikasi E-Tilang. Aplikasi yang bisa diunduh di Playstore ini tengah dikembangkan berkaitan dengan Program Electronic Registration and Identification (ERI), Program Electronic Road Pricing (ERP), e-Samsat (pembayaran pajak dengan sistem on line), e-Parking, Electronic Toll Collect (ETC) dan Electronic Law Enforcement (ELE).

Dengan adanya sistem aplikasi E-Tilang diharapkan akan membawa kemudahan bagi semua pihak, baik penegak hukum, kantor pajak, khususnya bagi masyarakat. Hal yang terpenting adalah untuk menjauhkan praktek pungli dan suap yang identik dengan penegakan hukum lalu lintas di jalanan.

Sistem daring dan real time ini akan pula dihubungkan dengan sistem di kepolisian sehingga korps seragam coklat ini bisa mengecek data pembayaran secara langsung, serta terhubung pula dengan sistem perpanjangan SIM, termasuk bisa mengakumulasi poin pelanggaran yang pernah dilakukan sebagai pertimbangan perpanjangan SIM/STNK.

Baca Juga: Menjawab Tantangan Zaman Dengan Teknologi

“Menuju sistem elektronik akan memerlukan proses panjang dan keterkaitan dengan berbagai pihak. Namun langkah awal dimulainya sistem penegakkan hukum secara elektronik ini adalah dengan membantu masyarakat dapat membayar dengan mudah, cepat dan mereformasi proses penegakan hukum yang kurang manusiawi,” seperti dikutip dari laman Korlantas Polri.

Petugas diberikan aplikasi untuk menilang, kemudian petugas melakukan penegakan hukum menggunakan sebuah aplikasi. Aplikasi ini dibuat dalam rangka percepatan proses penegakan hukum pelanggaran lalu lintas.

Sistem aplikasi E-Tilang rencananya akan diluncurkan pada Jumat 16 Desember 2016. Cara kerja E-Tilang ini nantinya, bagi mereka yang terkena tilang tinggal memasukan nomor tilang dan langsung membayarnya melalui aplikasi.

Melalui sistem aplikasi E-Tilang pelanggar lalu lintas akan diarahkan untuk membayar denda tilang melalui teller, ATM BRI, atau transfer bank ATM bersama, sms banking BRI maupun internet banking BRI atau EDC BRI. Pembayaran elektronik ini sekaligus diklaim bisa menghilangkan praktik percaloan termasuk mengikis pungutan liar di jalanan.

E-Tilang akan diterapkan di 17 Polda di seluruh Indonesia, kemudian pada Januari 2017 sacara bertahap akan digunakan di semua daerah. Aplikasi ini sendiri diketahui baru akan menyambangi terlebih dahulu ke ponsel berbasis sistem operasi Android.

Berikan Komentar Anda

avatar