Tradisi Kerik Gigi, Simbol Kecantikan Wanita Mentawai

kerik gigi mentawai
Wanita Mentawai Rela Menahan Sakit Demi Terlihat Cantik. [mindtalk]

NEWSWANTARA – Jika masyarakat adat Bali terkenal dengan upacara potong giginya (Mepandes), masyarakat adat Mentawai juga memiliki tradisi serupa. Tradisi yang dilakukan sebagai simbol kedewasaan seorang wanita di suku Mentawai.

Tradisi ini dipercayai akan menambah kecantikan dari si wanita dan akan digilai para pria-pria. Tidak hanya menambah kecantikan, kerik gigi dipercayai bisa membuat jiwa berdamai dengan tubuhnya.

Masyarakat Adat Mentawai mempercayai bahwa untuk mendapatkan kebahagiaan jiwa harus sejalan dengan bentuk tubuhnya. Bagi kaum laki-laki diwujudkan dengan cara mengukir atau tato tradisional.

Suku pedalaman ini menghuni empat pulau besar di Sumatera, yakni Siberut, Pagai Utara, Pagai Selatan, dan Sipora. Mereka umumnya tinggal di kampung-kampung yang berlokasi di dekat pinggiran sungai atau pantai.

Baca Juga:

Selain seni merajah tubuh atau yang biasa disebut dengan titi, suku Mentawai gemar melakukan praktik meruncingkan gigi untuk memperindah penampilan, khususnya bagi istri kepala desa.

Gigi gadis akan dikerik menggunakan alat dari besi yang sudah diasah sampai runcing. Proses ini sangat menyakitkan dan tanpa menggunakan anastesi (bius) sama sekali. Sehingga perlu waktu untuk meruncingkan seluruh gigi yang ada. Untuk itu harus sedikit menahan rasa sakit pada prosesi ini.

Prosesi kerik gigi dilakukan oleh pimpinan adat tanpa pembiusan atau (anastesi) bahkan alat yang dipakai untuk ritual ini tanpa melalui proses sterilisasi.

Gigi akan dibentuk meruncing tajam sehingga akan terlihat seperti gigi drakula, saat itulah mereka akan terlihat cantik dan menarik bagi para kaum pria suku mentawai. Kuatnya kepercayaan mistis yang masih dianut suku Mentawai membuat hampir seluruh budaya dan pola kehidupan suku ini masih menggunakan kepercayaan roh.

Dalam pandangan suku mentawai setiap benda mati maupun benda hidup memiliki roh. Hutan, laut, rawa, air terjun, angin, badai, hujan , tumbuhan, hewan mempunyai jiwa. Suku Mentawai juga percaya ada makhluk halus penunggu. suku mentawai menyebut makhluk penunggu itu Lakokaina .

Sifat mistis suku mentawai memang sangat dominan. Hampir di semua suku terasing di Indonesia memiliki kepercayaan yang hampir sama, baik suku anak dalam di jambi, suku Baduy di Lebak banten, suku Sasak di Nusa Tenggara, suku Dayak di Kalimantan, suku Toraja di Sulawesi hingga suku-suku di wilayah papua.

Kekhasan yang menjadi identitas suku mentawai menjadi penting untuk tetap di jaga. Kepercayan yang dianut oleh Suku Mentawai serta keelokan alamnya merupakan salah satu pesona Indonesia dalam wisata budaya. Pulau eksotis ini menjadi bidikan wisata dunia, terutama para penggila diving dan olah raga selancar.

Berikan Komentar Anda

avatar
wpDiscuz