Mengenal Yadnya Kasada, Upacara Adat Suku Tengger Bromo

(xplorea.com)

NEWSWANTARA – Upacara Yadnya Kasada merupakan wujud persembahan Suku Tengger terhadap Sang Hyang Widhi. Upacara adat yang telah berlangsung secara turun-temurun ini berlangsung pada bulan Kasada hari ke 14-16 atau saat bulan purnama tampak di langit dalam penanggalan Jawa Kuno.

Dalam upacara Yadnya Kasada Bromo memiliki makna dan tujuan seperti memperoleh berkah, tolak bala atau malapetaka, dan sebagai wujud syukur atas karunia yang diberikan Tuhan kepada masyarakat Tengger. Suku yang mengikuti ritual ini tersebar di 60 desa sekitar gunung Bromo meliputi Kabupaten Probolinggo, Lumajang, pasuruan dan Malang.

Pada saat upacara Yadnya Kasada Bromo berlangsung, masyarakat suku tengger berkumpul dengan membawa hasil bumi, ternak peliharaan dan ayam sebagai sesaji yang disimpan dalam tempat yang bernama ongkek. Setiba di bibir kawah bromo semua hasil bumi dan ternak di buang kedalam kawah bromo sebagai sesajian kepada Sang Hyang Widhi.

Terdapat beberapa urutan dalam upacara adat Kasada yaitu Puja Purkawa, Manggala Ucapara, Ngulat Umat, Tri Sandiya, Muspa, Pembagian Bija, Diksa Widhi, hingga penyerahan sesaji ke kawah Bromo. Pelaksanaan dari urutan ini tidak lain agar lebih khidmat dalam melangsungkan upacara Kasada.

(nationalgeographic.co.id)
Masyarakat membawa hewan ternak peliharaan sebagai sesaji dalam upacara Yadnya Kasada (nationalgeographic.co.id)

Untuk menyaksikan Yadnya Kasada, disarankan datang sebelum tengah malam dikarenakan ramainya persiapan yang dilakukan masyarakat. Perlu diperhatikan juga bahwa jalan lain menuju ke arah bawah gunung perlu bersamaan dengan rombongan penduduk menuju pura. Hal ini dapat membantu untuk tidak tersesat akibat kabut dan pandangan terbatas.

Posisi Bromo sebagai daerah tujuan wisata mendorong Upacara Yadnya Kasada dijadikan sebagai atraksi untuk menarik lebih banyak wisatawan. Gunung yang memilki keunikan panorama indah sekaligus mistis menawarkan suasana berbeda ketika mengunjunginya.

Pemandangan yang disuguhkan begitu amat menakjubkan yang mungkin tidak dapat ditemukan di belahan dunia lain. Keindahan lanskap pegunungan dengan asap yang membumbung dari kawahnya ditambah dengan lautan pasir yang membentang menjadi daya tarik tersendiri untuk bisa merasakan pengalaman baru mengunjungi bromo.

Kebudayaan yang terjaga atas warisan nenek moyang dari Suku Tengger menjadi modal penting dan patut di jadikan percontohan untuk terus menjaga dan melestarikan budaya terlebih untuk budaya Indonesia.

Berikan Komentar Anda

avatar
wpDiscuz