Menenun Kain, Tradisi dan Kewajiban Bagi Setiap Perempuan Suku Sasak

Sumber: wego.co.id

NEWSWANTARA – Selain dikenal sebagai pulau dengan seribu masjid, Pulau Lombok juga dikenal dengan berbagai macam kerajinan tenunnya yang khas. Menenun kain merupakan salah satu budaya kreatif dari masyarakat Lombok khususnya bagi perempuan Suku Sasak Lombok.

Pada zaman dahulu, semua perempuan Suku Sasak bisa menenun dan hal itu menjadi kemampuan wajib yang harus dimiliki oleh setiap perempuan di Pulau Lombok. Menenun kain merupakan aktivitas sehari-hari perempuan Suku Sasak Lombok selain bertani.

Bagi anda yang yang berkesempatan untuk berlibur ke Pulau Lombok tak ada salahnya menyempatkan waktu untuk mengunjungi Desa Sukarara dan membawa buah tangan kain tenun khas dari pulau seribu masjid ini.

Desa Sukarara terletak di Kecamatan Jonggat, Lombok Tengah. Desa ini dikenal sebagai pusatnya para pengrajin tenun. Di daerah ini masih kental akan nuansa budaya lokalnya, dimana budaya lokal yang mengharuskan anak perempuan untuk bisa menenun. Mereka diajarkan untuk menenun sejak usia belia.

Satu hal yang menjadikan daerah ini unik akan budaya lokalnya adalah, bila anak gadis belum bisa menenun maka mereka belum diperbolehkan untuk menikah. Sebelum menikah anak gadis diharuskan untuk membuat tiga sarung tenun. Satu untuk diri sendiri, untuk suami dan mertua perempuan.

Aturan adat inipun hingga saat ini masih tetap dijalankan oleh masyarakat setempat. Tujuan dari diberlakukan aturan adat tersebut sebetulnya supaya anak-anak perempuan bisa mengambil banyak pelajaran dari menenun.

Berbagai macam motif kain tenun khas Lombok. Sumber: coklatkita.com
Berbagai macam motif kain tenun khas Lombok. Sumber: coklatkita.com

Dengan menenun, perempuan di daerah ini diharapkan mereka dapat tumbuh menjadi pribadi yang sabar, karena untuk menghasilkan satu lembar kain tenun paling cepat dibutuhkan waktu hingga satu bulan lamanya. Masyarakat setempat meyakini, dengan memiliki kesabaran itu berarti si anak gadis sudah siap untuk menjalani bahtera rumah tangga.

Selain menjadi tradisi, bagi perempuan di Lombok, menenun kain dilakukan untuk memenuhi kebutuhan ekonomi keluarga. Menenun pun menjadi bukti, para wanita di Lombok tidak hanya berdiam diri di rumah saja. Sementara lelakinya bekerja, mereka akan menenun seharian untuk membantu penghasilan keluarga.

Selain Desa Sukarara, pusat dari kerajinan kain tenun juga terdapat Desa Pringsela dan Desa Sade di Lombok Tengah. Namun, Seiring dengan kemajuan zaman dan arus modernisasi yang melanda maka kemampuan menenun menjadi semakin langka.

Kain tenun Lombok adalah satu dari sekian banyaknya warisan budaya di Indonesia. Ada cerita dan sejarah yang terkandung dalam sepotong kain tenun Lombok. Desa Sukarara adalah surganya kain tenun yang harus dijaga untuk terus membuat kain tenun Lombok tetap ada.


Baca Juga :

Berikan Komentar Anda

avatar
wpDiscuz