Ciri Kebudayaan Suku Batak Yang Paling Fenomenal Di Indonesia

kebudayaan suku batak
Tari Tor-tor yang menjadi salah satu kebudayaan suku batak

NEWSWANTARA – Masyarakat awam mungkin mengira dan mengenal kebudayaan suku batak sebagai salah satu suku yang memiliki adat keras. Keras di sini dalam artian dari segi bicaranya yang menggunakan suara keras seperti orang marah, bukan itu saja, suku batak sendiri terkenal dengan gaya ceplas-ceplos saat berbicara.

Adat yang sering dikenal keras apakah menjadi salah satu kebudayaan suku batak yang sudah turun temurun? Jawabannya bisa iya dan bisa tidak. Maka dari itu, untuk mengetahui kebudayaan dari suku batak yang sebenarnya maka harus atau perlu digali lebih dalam mengenai beberapa bentuk kebudayaan yang menjadi ciri khas dari suku batak tersebut.

Suku batak sendiri mempunyai beberapa sub suku diantaranya, Batak Toba, Batak Karo, Batak Simalungun dan lain sebagainya. Untuk lebih jelas dan lebih lengkapnya mengenai kebudayaan suku batak, simak informasi berikut ini

Sejarah Kebudayaan dari Suku Batak

Kerajaan batak didirikan oleh seorang raja berasal dari dalam negeri Toba Sila-silahi (Silalahi), lau’ Baligi (Luat Balige). Tepatnya berada dikampung Parsoluhan, suku Pohan. Raja tersebut adalah Raja Kejaktian yang bernama Alang Paroksi. Pada masa kejayaannya dulu kerajaan batak telah dipimpin oleh raja yang bernama Sultan Mahara Bongsu.

Baca Juga : Suka Cita Upacara Kematian Khas Batak

Sultan Mahara Bongsu memimpin tahun 1054 Hijriyah, beliaulah yang membuat makmur negerinya. Bukan itu saya, beliau juga seseorang yang yang mempunyai kebijakan yang cukup berpengaruh dalam politik.

Lokasi Suku Batak

Dulunya kebudayaan suku batak berasal dari pulau Sumatera Utara. Daerah ini adalah daerah yang berasal dari kediaman masyarakat batak. Diantaranya Daratan Tinggi Karo, Kangkat Hulu, Deli, Serdang, Simalungun, Toba, mandailing dan Tapanuli Tengah.

Filosofi Hidup Budaya Suku Batak

Suku batak mempunyai beberapa nilai adat budaya yang mencerminkan kepribadian hidup dari suku batak sendiri. Selain sebagai nilai adat yang menjadikan sebuah keyakinan suku batak,nilai budaya ini juga digunakan dalam kehidupan sosial khususnya masyarakat batak.

Sub Suku-Suku Batak

Meskipun hampir sama, suku batak sebenarnya memiliki beberapa etnis atau sub suku masing-masing. Masing-masing sub batak juga memiliki ciri khas sendiri-sendiri, khususnya pada dialog bahasa yang digunakan. Diantaranya sub suku batak adalah batak toba,batak simalungan, batak karo,batak pakpak, dan batak angkola.

Pernikahan Suku Batak

Saat melaksanakan pernikahan, suku batak menganut sistem sosial kemargaan. Marga adalah hal penting bagi orang suku batak, karena menjadi acuan dasar dalam menetapkan calon pasangannya.

Ucapan Salam Budaya Suku Batak

Orang suku batak dikenal dengan ucapan salam Horas. Sebenarnya ucapan salam pada masing-masing sub batak tidak sama dengan satu sama lain. Meskipun berbeda, pada dasarnya secara makna hampir sama semuanya. Secara garis besar mempunyai arti saling mendo’akan untuk sehat selalu. Ucapan salam tersebut biasanya diucapkan dengan suara yang lantang. Tujuannya yaitu untuk menunjukkan kesungguhan dan rasa senang saat mempererat rasa kekeluargaan.

Adat Mangulosi Suku Batak

Mangulosi
Tradisi Mangulosi [Antara Sumut]

Mangulosi merupakan adat tradisi dengan memberikan kain ulos/kain khas batak kepada seseorang. Tradisi ini biasanya dilakukan saat upacara pernikahan. Perlu anda ketahui, tidak sembarang orang bisa melaksanakan adat mangulosi. Hanya orang-orang yang disebut sebagai hula-hula atau orang-orang yang dituakan oleh suku batak.

Martarombo Suku Batak

Masyarakat suku batak sangatlah menjunjung tinggi kekerabatan dari marga. Maka dari itu, dalam tradisi suku batak terdapat yang namanya Martarombo. Martarombo merupakan mencari-cari hubungan saudara yang satu dengan yang lain. Bila orang batak bertemu satu sama lain dengan marga yang sama. Mereka biasanya akan mencari kekerabatan yang menghubungkan tali persaudaraan mereka.

Berikan Komentar Anda

avatar
wpDiscuz