Menjejal Ombak Bono, Fenomena Alam Yang Langkah di Sungai Kampar

[gogonesia]

NEWSWANTARA – Satu diantara fenomena alam yang langkah menjadi tantangan baru bagi para pecinta selancar. Bila selama ini bermain papan selancar di birunya lautan yang melengkung indah dan menantang, kini papan selancar akan berliuk-liuk dari ombak yang disebabkan adanya pertemuan arus sungai menuju laut dan arus laut yang masuk ke sungai akibat air laut pasang. Masyarakat setempat menyebutnya dengan “Ombak Bono

Ombak Bono, ombak menggulung dari kiri ke kanan dengan ketinggian 2-4 meter dan diiringi suara gemuruh yang kencang. Hempasan yang terdengar seperti tsunami yang akan menyapu hutan di sekitar Sungai Kampar. Ombak Bono biasanya berlapis-lapis hingga tujuh lapis yang dikenal dengan sebutan The 7 Ghost (Ombak Tujuh Hantu).

Ombak Bono hanya terjadi sekali, tidak seperti ombak di laut yang memiliki durasi 40 menit. Ombak Bono terbesar biasanya terjadi ketika musim penghujan dimana debit air Sungai Kampar cukup besar yaitu sekitar bulan November dan Desember. Uniknya ombak ini hanya satu di Indonesia yang hanya ada di Sungai Kampar dan beberapa di dunia.

Baca Juga:

Lokasi Ombak Bono di dunia terdapat di Batang Lumpur (Malaysia), Sungai Siene (Perancis), Sungai Amazon (Brazil), Sungai Kampar (Indonesia). Lokasi Ombak Bono di Indonesia terletak tepatnya di Muara (Kuala), Kecamatan Kampar, Kabupaten Pelalawan, Provinsi Riau.

Masyarakat sekitar mengenal istilah Bono jantan dan Bono betina. Bono jantan ini artinya gelombang yang cukup besar terdapat di Sungai Kampar, sedangkan Bono betina berada di daerah Sungai Rokan Kota Bagansiapiapi.

Istilah Bono Apabila diartikan secara ilmiah, merupakan salah satu peristiwa alam yang diakibatkan adanya benturan antara arus sungai dengan arus laut yang menuju ke arah hulu dan hilir. Tiga arus air yang berasal dari Selat Malaka, Laut Cina Selatan dan Aliran air Sungai Kampar.

Kecepatan dari gelombang Ombak Bono mencapai 40 km/jam yang membuat para peselancar tertantang untuk menjejalnya. Berselancar di pantai sudah biasa terdengar, namun berselancar di arus sungai dengan gelombang yang tinggi akan menjadi hal yang luar biasa.

Menurut cerita Melayu lama berjudul Sentadu Gunung Laut, setiap pendekar Melayu pesisir harus dapat menaklukkan Ombak Bono untuk meningkatkan keahlian bertarung mereka. Hal ini dapat masuk akal karena “mengendarai” Bono intinya adalah menjaga keseimbangan badan.

Sungai Kampar, tempat terjadinya fenomena alam Ombak Bono. [Soloraya]
Sungai Kampar, tempat terjadinya fenomena alam Ombak Bono. [Soloraya]
Terlepas dari segala cerita yang berkembang didalamnya, selain bisa menikmati likuk gelombang yang tercipta oleh alam, menjaga dan merawat alam adalah sebuah keharusan untuk dilakukan guna mewujudkan keseimbangan alam.

Berikan Komentar Anda

avatar
wpDiscuz