Fenomena Alam Indonesia Yang Menakjubkan Dunia

Terlihat jelas salju abadi di puncak jayawijaya di Provinsi Papua [Istimewa]

NEWSWANTARA – Puncak jayawijaya salah satu puncak tertinggi ke 7 di dunia (4,884 mdpl) yang merupakan salah satu puncak dari Seven Summit. Salju ‘abadi’ yang berada di Puncak Jayawijaya di Provinsi Papua menjadikan puncak jayawijaya sebagai daerah di Indonesia yang memiliki salju. Puncak Jayawijaya menjadi salah satu wisata pendakian yang ekstrim bagi wisatawan luar dan lokal.

Puncak Jayawijaya atau yang lebih dikenal dengan ‘Piramida Carstenz’ ini memiliki suhu 0o celsius bahkan bisa minus pada kondisi-kondisi tertentu. Di Puncak Jayawijaya juga Oksigen (O2) sangat sulit didapatkan dengan medan terjal yang menjadi tantangan bagi para pendaki. Kandungan Es di Pegunungan ini diperkirakan mencapai 5% dari cadangan Es dunia.

Baca juga : Danau sentarum menjadi eksotisme lahan basah terluas di Indonesia

Adanya puncak jayawijawa atau Cartensz Pyramid berawal dari petualangan seorang asal Belanda yang bernama Jan Carstensz.  Ia melakukan eksplorasi pada tahun 1623 lewat kapal lautnya. Laporan Jan Carstensz mengenai gunung bersalju di daerah tropis ditolak mentah-mentah oleh orang-orang Eropa saat itu.

Pada saat itu, orang-orang Eropa menganggap laporan Jan Carstensz hanyalah karangan belaka, yang meskipun pada tahun-tahun berikutnya laporan Jan Carstensz bisa dibuktikan kebenarannya. Atas penemuannya tersebut Pegunungan ini dikenal dengan sebutan “Carstendz Pyramid” oleh dunia. Nama Carstendz sendiri diambil sebagai penghargaan atas jasanya, dan Pyramid berarti Puncak.

Puncak Jayawijaya merupakan satu dari tiga puncak bersalju yang ada di daerah tropis, selain itu ketinggiannya juga sangat ekstrem, hal inilah yang membuat Puncak Jayawijaya begitu populer di mata para pendaki. Orang pertama yang berhasil mencapai puncak Jayawijaya ada Heinrich Harrer pada tahun 1962.

Puncak Jayawijaya ini memiliki ketinggian mencapai 4.884 MDPL sekaligus merupakan Puncak tertinggi dibagian wilayah Indonesia. Puncak ini juga titik tertinggi yanng meliputi Andes dan Himalaya – serta disebut juga Puncak tertinggi dari berbagai pulau di belahan dunia.  Karena ketinggian inilah yang membuat para trakker tertantang untuk menaklukkan Puncak Jayawijaya.

Akibat pemanasan global, salju yang berada di puncak Jayawijaya semakin menyusut dan diprediksi akan menghilang persis seperti yang terjadi pada gunung Kilimanjaro. Beberapa gletser dilaporkan sudah mulai menghilang akibat pemanasan global. Sebelum saljunya benar-benar hilang, penting bagi generasi penerus untuk memperhatikan serta menjaga lingkungan untuk diwariskan ke genarasi selanjutnya. Go green!